Latar Belakang
Sejalan dengan semangat Refitalisasi Gerakan Pramuka Maka dari itu Satuan Karya Khususnya SAKA BHAYANGKARA CABANG PAREPARE. dengan dasar penilaian yang objektif terhadap minat serta bakat para remaja, pemuda/pemudi khususnya di kota parepare yang mulai menampilkan karakter individualism serta hedonism, maka seyogyanya semua sistim proses pembinaan di SAKA BHAYANGKARA CABANG PAREPARE haruslah di ubah.
Ada beberapa catatan yang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir di nilai sudah tidak efektif terhadap perkembangan sama, yaitu :
1.Nama Orientasi di ganti
Mungkin banyak yang menilai bahwa apalah arti sebuah nama akan tetapi jika kita kita menelaah konsep akan orientasi yaitu pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan dimana hal tersebut sifatnya tidak mengikat jadi dianggap wajar jika banyak peserta Orientasi Saka Bhayangkara selepas kegiatan Orientasi langsung meninggalkan Saka Bhayangkara
Mungkin banyak yang menilai bahwa apalah arti sebuah nama akan tetapi jika kita kita menelaah konsep akan orientasi yaitu pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan dimana hal tersebut sifatnya tidak mengikat jadi dianggap wajar jika banyak peserta Orientasi Saka Bhayangkara selepas kegiatan Orientasi langsung meninggalkan Saka Bhayangkara
2.Konsep Sistim Angkatan ditiadakan
Jika melihat kondisi 2012 dimana Anggota Saka Bhayangkara telah melakukan kegiatan Orientasi Angkatan 33 akan tetapi banyak diantara kita yang tidak mampu membedakan spesifikasi antara angkatan 1 dengan yang lain. Contoh ada angkatan 29 dimana notabenenya pada tahun 2013 telah tamat SMA jika mereka bergabung mereka juga mengikuti kegiatan yang sama yang di lakukan oleh angkatan 33 tersebut. Olehnya itu konsep sistim angkatan sudah tidak relefan lagi
Jika melihat kondisi 2012 dimana Anggota Saka Bhayangkara telah melakukan kegiatan Orientasi Angkatan 33 akan tetapi banyak diantara kita yang tidak mampu membedakan spesifikasi antara angkatan 1 dengan yang lain. Contoh ada angkatan 29 dimana notabenenya pada tahun 2013 telah tamat SMA jika mereka bergabung mereka juga mengikuti kegiatan yang sama yang di lakukan oleh angkatan 33 tersebut. Olehnya itu konsep sistim angkatan sudah tidak relefan lagi
3. Optimalisasi Peran Dewan Saka
Semua organisasi apapun bentuknya pasti memiliki coordinator atau pemimpin baik itu kelompok terkecil hingga yang terbesar, akan tetapi dalam kurun waktu 10 tahun ini kebanyakan dewan saka kurang mendapatkan ruang gerak karena adanya hal seperti nomor 2.
Semua organisasi apapun bentuknya pasti memiliki coordinator atau pemimpin baik itu kelompok terkecil hingga yang terbesar, akan tetapi dalam kurun waktu 10 tahun ini kebanyakan dewan saka kurang mendapatkan ruang gerak karena adanya hal seperti nomor 2.
4. Pembenahan Struktural Pimpinan Saka
Jika melihat petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Bhayangkara dimana TUPOKSI pimpinan saka serta Pamong Saka yang sekarang ini Cuma aktif 1 orang saja sehingga koordinasi dan pengawasan terhadap anggota dirasakan kurang efektif maka perlu di tambahnya tenaga pamong saka
Jika melihat petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Bhayangkara dimana TUPOKSI pimpinan saka serta Pamong Saka yang sekarang ini Cuma aktif 1 orang saja sehingga koordinasi dan pengawasan terhadap anggota dirasakan kurang efektif maka perlu di tambahnya tenaga pamong saka
5. Keterlibatan Pihak Sekolah dan andalan cabang
Saka Bhayangkara Cabang Parepare
merupakan satu-satunya Satuan karya yang tidak melibatkan unsur Guru dan unsur andalan cabang sehingga apapun kegiatan yang dilakukan akan mendapatkan ekses negatif.
merupakan satu-satunya Satuan karya yang tidak melibatkan unsur Guru dan unsur andalan cabang sehingga apapun kegiatan yang dilakukan akan mendapatkan ekses negatif.
6. Pembinaan Yang kurang Tegas
Disadari pembinaan saka bhayangkara sekaraan ini kurang tegas dimana jika kita melihat data tidak banyak anggota Sakabhayangkara sendiri yang sering melakukan pelanggaran utamanya pelanggaran lalin serta banyaknya hal-hal yang dilakukan oleh anggota saka bhayangkara cabang parepare itu yang justru mendeskreditkan tanggapan banyak pihak terhadap eksistensi saka bhayangkara cabang parepare
Disadari pembinaan saka bhayangkara sekaraan ini kurang tegas dimana jika kita melihat data tidak banyak anggota Sakabhayangkara sendiri yang sering melakukan pelanggaran utamanya pelanggaran lalin serta banyaknya hal-hal yang dilakukan oleh anggota saka bhayangkara cabang parepare itu yang justru mendeskreditkan tanggapan banyak pihak terhadap eksistensi saka bhayangkara cabang parepare
7. Kreatifitas yang kurang
Jika dulu kader saka bhayangkara cabang parepare bisa dikatakan mampu mengkapper sistim kegiatan di sekolah mereka akan tetapi sekarang ini rata-rata para anggota saka bhayangkara baik itu di sekolah, gugus depan, dan di dewan kerja kwartir hanya mampu menjadi Under Dog atau pemain figuran hal ini di akibatkan karena konsep mereka akan berorganisasi karena dasar ikut2tan saja sehingga mereka kurang mengasah kreatifitas mereka sehingga mereka bisa dianggap ada.
Jika dulu kader saka bhayangkara cabang parepare bisa dikatakan mampu mengkapper sistim kegiatan di sekolah mereka akan tetapi sekarang ini rata-rata para anggota saka bhayangkara baik itu di sekolah, gugus depan, dan di dewan kerja kwartir hanya mampu menjadi Under Dog atau pemain figuran hal ini di akibatkan karena konsep mereka akan berorganisasi karena dasar ikut2tan saja sehingga mereka kurang mengasah kreatifitas mereka sehingga mereka bisa dianggap ada.
Hal tersebut merupakan catatan penting yang harusllah di benahi oleh semua anggota saka bhayangkara yang masih ingin eksis didalam organisasi tersebut
Didalam merubah semua lini yang telah terpaparkan tersebut diatas tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan, olehnya itu hal mendasar yang perlu di ubah yaitu pola pikir awal anggota Saka Bhayangkara Cabang Parepare sejak pertama mereka Masuk Hingga mereka mampu menentukan sikap untuk tidak aktif.
Perubahan Kata Orientasi pada kegiatan kaderisasi tingkat awal di Saka Bhayangkara cabang Parepare akan mampu merubah kondisi Saka Bhayangkara Cabang Parepare lebih Baik Lagi.
Nama Kegiatan
Latihan Pengembangan Minat dan Bakat Bidang Kamtibmas (Security And Order Channeling Talent Development Interests) Pramuka Saka Bhayangkara Cabang Parepare
Jika kita melihat menelaah dan mempelajari Petunjukk Penyelenggaraan Satuan Karya Bhayangkara Nomor 159 tahun 2011 dan Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Nomor 170 tahun 2008. Dimana tugas fungsi satuan karya sebagai wadah penyaluran minat guna mengembangkan bakat dalam arti lainnya yaitu Interests coaching and talent maka wajar jika nama orientasi yang dianggap terlalu umum diganti sebagai mana dengan poin nama kegianat tersebut diatas.
Adapun perbedaan kegiatan serta sistimatis dari kegiatan ini juga beda dengan orientasi yang di selama ini di lakukan yaitu:
1. Kepanitiaan
Panitia Pelaksana terdiri dari Dewan Saka dimana dalam Hal ini salah satu unsur dewan saka berkewajiban menjadi ketua, Sekretaris serta Bendahara panitia atau Sangga Kerja. Di tambah Oleh Anggota Saka yang :
- Telah Mengikuti Kegiatan Pelatiahan Bidang Ke Saka Bhayangkaraan yaitu Pelatihan Krida, Pelatihan Instruktur Muda dan Loka Bara.
- Memiliki Sedikitnya 10 TKK Bidang Kebhayangkaraan
- Mendapatkan Mandat dan ijin Dari Pembina Gugus Depannya.
2. Pengarah Kegiatan
Melibatkan Unsur Pembina Pramuka baik itu Pembina di Gugus Depan maupun Andalan Cabang didalam mengawasi serta Mengarahkan Kegiatan
3. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 14 hari atau 2 minggu dengan tidak mengganggu aktifitas sekolah dimana pelaksanaannya dilakukan sore hari
4. Sistimatika Kegiatan Setiap kegiatan Materi akan dilakukan:
4. Sistimatika Kegiatan Setiap kegiatan Materi akan dilakukan:
- Pemaparan dari Narasumber
- Forum diskusi
- Pembuatan Makalah dan persentase
Olehnya itu sebelum kegiatan panitia akan menyebarkan materi yang diberikan oleh nara sember kepada peserta melalui Blog Saka Bhayangkara.
5. Pembagian Krida
Peserta akan di bagi dalam kelompok krida dan langsung mendapatka Buku SKK.
6. Perkemahan dan pelatihan mental dan Fisik
Perkemahan dilaksanakan 3 hari (dengan memohon ijin dari pihak atau instansi yang terkait ) dimana inti kegiatan perkemahan yaitu :
- Latihan SAR
- Latihan DAMKAR
- Latihan P3K
- Jurit Malam
- Penjelajahan
7. Akhir Kegiatan Peserta akan dilibatkan dalam kesatuan krida yang nantinya mampu membantu dan belajar bagaimana tugas dak kerja Kepolisian negara Repoblik indonesia.
Penutup
Demikian perencanaan dari kegiatan Security And Order Channeling Talent Development Interests Pramuka Saka Bhayangkara Cabang Parepare dengan harapan kiranya kegiatan Di saka Bhayangkara Dapat lebih Aktif dan Menarik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar